3 Alasan Kenapa BLT Subsidi Gaji

3 Alasan Kenapa BLT Subsidi Gaji

3 Alasan Kenapa BLT Subsidi Gaji

Berita Terbaru Ekonomi dan Bisnis –  Badan legislatif sudah mulai mengeluarkan alokasi kompensasi sebesar Rp. 600.000 atau BLT BPJS Ketenagakerjaan dalam program Bantuan Subsidi Upah (BSU). Sponsor pembayaran perwakilan mulai disebarluaskan per 27 Agustus 2020. Namun, tidak semua spesialis dengan kompensasi di bawah Rp. 5 juta setiap bulan sah mendapat bantuan pemerintah melalui catatan ini (bantuan BPJS). Berikut 4 alasan mengapa santunan santunan BPJS Ketenagakerjaan belum diberikan atau belum masuk pencatatan padahal tenaga kerja yang bersangkutan digaji di bawah Rp 5 juta.

3 Alasan Kenapa BLT Subsidi Gaji

1. Catatan para pekerja belum disimpan oleh organisasi

Daftar penerima manfaat Rp. 600.000 membayar sponsor di samping nomor catatan mereka harus terdaftar oleh organisasi pengguna.

Perwakilan yang berkepentingan juga dapat meminta kepada lembaga pengelola, untuk hal ini HRD, meminta data tentang status pendaftarannya di BPJS Ketenagakerjaan sebagai syarat untuk mendapatkan sponsor gaji pekerja. Artinya, para pekerja tidak perlu langsung mendaftar di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan. Dalam perjalanan pengumpulan informasi penerima manfaat sebesar Rp. 600.000 untuk pekerja swasta, organisasi harus proaktif memberikan informasi tentang anggota BP Jasmsostek yang bisa mendapatkan BLT BPJS Ketenagakerjaan. Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto meminta pelaku usaha atau organisasi segera menyampaikan informasi terkini mengenai tenaga kerja yang akan mendapatkan sponsor pembayaran BPJS Ketenagakerjaan (bantuan BPJS). Hingga Rabu (26/8/2020), jumlah absolut pencatatan yang didapat BP Jamsostek mencapai 13,8 juta untuk pembayaran BLT. Dari jumlah tersebut, informasi angka rekor yang disetujui mencapai 10,8 juta.

2. Badan legislatif membagikannya sedikit demi sedikit

Berdasarkan catatan BP Jamsostek, sebanyak 15,7 juta pekerja anggota dinamis yang memiliki gaji di bawah Rp5 juta setiap bulan adalah penerima BPJS BLT. Sementara itu, untuk pembayaran bantuan pemerintah, hanya 2,5 juta anggota yang telah dialokasikan. Apalagi santunan sponsorship sebesar Rp. 600.000 akan digunakan terus menerus. Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengatakan, pihak legislatif sudah mendapat informasi 2,5 juta penerima bantuan dana abadi bayar tahap pertama sebesar Rp 2,4 juta. Ia mengatakan, informasi itu dihargai sesuai dengan syarat dan standar yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 14 Tahun 2020.

Dengan penyebaran, lanjut Ida, bantuan dana abadi santunan tersebut akan langsung dipindahkan melalui empat bank milik negara atau Himbara, antara lain Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI dan Bank BTN. Seluk-beluk penyebarluasan bantuan pay atau pay appropriation dengan masing-masing bank pengalih, dari total 2,5 juta penerima manfaat dari tandan utama adalah sebagai berikut di rekening Bank Mandiri lebih dari 700.000, di rekening Bank BNI 900.000, rekening Bank BRI 600.000 lebih banyak, dan di rekening Bank BTN lebih dari 200.000, “jelas Ida. “Penyebaran pada saat itu akan diselesaikan secara bertahap hingga mencapai tujuan umum 15,7 juta penerima program,” ujarnya sekali lagi.

3. Tidak selesai disetujui

Agus menyatakan, jumlah absolut catatan buruh yang menjawab BPJamsostek per 21 Agustus sebanyak 13,7 juta. Masih ada 2 juta catatan tambahan yang masih diukur.

Agus menjelaskan, informasi yang telah disetujui di segmen keuangan kemudian akan disetujui kembali di dalam di BPJamsostek. Hal tersebut mengacu pada Permenaker No 14/2020. Siklus persetujuan diselesaikan dalam tiga tahap untuk menjamin bahwa bantuan administrasi melalui catatan yang tepat, dapat membantu pekerja dengan meningkatkan daya beli, dan memajukan pemulihan keuangan di tengah pandemi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *