Ini Dia Regulasi Dari Angkutan Kapan Ikan Milik Bu Susi

Ini Dia Regulasi Dari Angkutan Kapan Ikan Milik Bu Susi

Ini Dia Regulasi Dari Angkutan Kapan Ikan Milik Bu Susi

Berita Terbaru Ekonomi dan Bisnis – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menampik Surat Edaran Nomor B.1234 / DJPT / Pl.410 / D4 / 31/12/2015 tentang pembatasan ukuran kapal penangkap ikan GT tentang izin penukaran izin operasi, izin penangkapan dan pengangkutan. memberi ikan. Pengunduran diri tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor B.416 / DJPT / Pl.410 / IX / 2020 yang disahkan oleh KKP kepada pelaku usaha perikanan tangkap.

Ini Dia Regulasi Dari Angkutan Kapan Ikan Milik Bu Susi

Pedoman pembatasan ukuran kapal merupakan warisan Menteri KKP 2014-2019 Susi Pudjiastuti. Sekitar saat itu, Susi memberikan pedoman pelarangan kapal lebih dari 150 GT untuk menangkap ikan di perairan ZEE. Penjelasan Susi saat itu, kapal penangkap ikan 150 GT itu akan melakukan penyalahgunaan ikan secara berlebihan di perairan Indonesia. Larangan kapal penangkap ikan besar juga direncanakan untuk memastikan pemancing kecil.

Susi masih mengizinkan ukuran kapal hingga 200 GT, namun itu hanya berlaku untuk kapal kapal, bukan kapal penangkap ikan. Sebagian besar pemancing di Indonesia memiliki ponton di bawah 150 GT.

Pastikan pemancing kecil

Berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP pada tahun 2016, jumlah kapal atau kapal penangkap ikan laut di Indonesia tercatat sebanyak 54.845 unit. Berdasarkan kelas dan ukuran kapalnya, jumlah kapal terbanyak di bawah 5 GT, yaitu 115.814 unit. Saat itu jumlah kapal 5-10 GT bertambah menjadi 35.988 unit, kapal 10-20 GT bertambah hingga 9.790 unit. Selanjutnya ada 6.481 unit kapal 20-30 GT, 805 unit kapal 30-50 GT, 2.008 unit kapal 50-100 GT, 847 unit kapal 100-200 GT dan 11 unit kapal di atas 200 GT.

Dikutip dari laporan kolumnis, 11 Februari 2016, pelarangan kapal 150 GT atau lebih untuk mengendalikan penyalahgunaan ikan raksasa oleh organisasi nelayan. Susi mengamati, kapal yang berukuran 30 GT atau lebih tidak termasuk dalam klasifikasi little anglers. “Kalau 30 GT, 70 GT dipandang sebagai pemancing cilik, lalu apa yang dipikirkan oleh mereka yang di bawah 5 GT? Pemancing yang menawan? Idealnya jika Anda meningkatkan sudut pandang ini,” kata Susi di Jakarta sekitar saat itu. .

Dia mengungkap, hasil tangkapan atau omzet kapal yang diperkirakan 60 GT-70 GT bisa mencapai Rp 6 miliar setiap tahun dengan empat kali jelajah. Perahu sebesar ini banyak ditemukan di Cirebon, Indramayu, dan sekitarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *